Monday, January 23, 2006

Jalan Panjang Menuju Titik (lebih) Terang

"Selamat ya, akhirnya cita-cita mu tercapai juga"
Suatu hari seorang teman lama menyapa melalui Yahoo Messenger dengan kalimat di atas.
Hah...? cita-cita yang mana? kok aku malah lupa y? Ok deh terima kasih.
Perasaan masih terus dikejar? atau malah sudah ganti cita-cita baru?
Syukurlah kalau aku masih merasa punya cita-cita baru, yang lama dilupakan untuk menghindari rasa cepat puas.
Gelar Ssn. terasa menguap begitu saja saat disematkan September tahun lalu, sebelum otak ini merasa terisi cukup dan cukup mampu untuk bekerja lebih cerdas. Bekal akademik boleh dirasa hanya 1/3 (mungkin malah kurang dari) sebagai bekal untuk menuju kejuaraan dunia.
'Mobil' baru masih terus menantangku untuk bisa di geber lebih cepat tergantung kepiawaianku dalam mengemudi. Garis finish masih terasa sangat jauh, sebelum aku mampu meninggalkan lawan-lawan terberatku. Ingat, ini masih di Sentul.
Sayang, aku masih belum mampu memikirkan dampak negatif akibat kebulan asap 'mobil' ku. Suatu saat nanti, aku akan turun sejenak untuk membopong ibu hamil dan mengantarkannya ke rumah sakit. Atau setidaknya mengurangi kecepatan, bahkan berhenti pada saat seorang nenek terlihat hendak menyeberang.
Bahkan suatu saat di luar sirkuit, mungkin saja aku bakal menembak kepala sopir bis ugal-ugalan di belakangku, dengan klakson-klaksonnya yang menyebalkan, yang merasa (dalam kategorinya) dia raja jalanan.
Secara sadar atau tidak, teman di atas sebenarnya juga telah mendambakan sebuah cita-cita baru, entah cita-citannya yang ke berapa stelah dia memasuki dunia baru.
"Selamat ya, akhirnya cita-cita mu juga tercapai"

Manchester United vs The Gunner

Mungkin kemarin malam sebagian besar orang merasa asyik dengan pertandingan antara Manchester United vs The Gunner.
Ada yang bela-belain tidur siang agak panjang dengan harapan biar kuat melek malem-nya. Sebagian mengorbankan waktu belajarnya, energinya, demi sebuah pertandingan live malam itu.

Untuk kesekian kalinya aku merasa masa bodoh dengan pertandingan bola.
Aku lebih memilih The Perfect Man yang baru separoh aku tonton pada malam minggu.
Aku yakin akan dapat lebih banyak inspirasi keesokan hari-nya daripada (sekedar) nonton pertandingan malam itu.

Kaum minoritas laki-laki normal dalam kategori hobi menonton?
I don't care...

Friday, January 06, 2006

Ibu' bukan Ibu

Ketika waktu membius kita
Peralihan zaman bagai sekedip mata
Sampai pada masa tua menyapanya

Dongeng yang sering kudengar berulang kali
Sebagian tertancap dalam memori
Pada masa yang kualami

Doa sepanjang masa
Saat kita memintaNya
Berdiri, berbaring di dunia

Kerinduan takkan berarti
Ketika tak mampu menemani
Bukan jarak, namun hati

Tribute to my Grand Ma that was lying down in the hospital.
Hope u get well soon.