Rutinitas Rabu kemaren agak sedikit berbeda. Pagi itu ngga’ langsung pergi ke kantor seperti biasanya karena salah satu kerjaan mengharuskan untuk mampir ke Gramedia, mencari referensi tentang novel grafis. Mungkin terlalu pagi atau memang kebetulan karena pengunjung saat itu ngga’ begitu ramai. Ternyata kategori buku yang aku cari ngga’ semudah bayanganku. Tumpukan komik Jepang yang awalnya aku curiga sudah tercampur dengan novel grafis ternyata salah. Tumpukan itu memang bener-bener komik semua. Fasilitas searching juga gagal menemukan kata kunci novel grafis, sebuah istilah yang terus terang aku juga baru mendengarnya. Baru sadar kalo aku kurang peka padahal istilah itu sudah popular sekitar tahun 70an di Amerika (setelah rasa penasaranku merangsang untuk akhirnya searching di internet tentang apa itu novel grafis).
Sebelum menyerah dan memutuskan untuk tanya petugas, mata ini terusik dengan sebuah tulisan di t-shirt hitam yang di pakai seorang pengunjung yang sedang berdiri di hadapanku. Dia agak sedikit membungkuk, mungkin juga sedang mencari judul di tumpukan bawah. VEGAN STRAIGHT EDGE, wow…, kalimat yang menurutku harus benar-benar bisa dipertanggung jawabkan oleh pemakainya. Seorang anak muda dengan pakaian hitam-hitam, dengan hand belt di kiri kanan, rambut pirang yang masih terlihat meskipun ditutup trucker cap. Who’s that boy? Biasanya tampang-tampang seperti itu ngga’ asing meskipun belum tentu kenal karena (kira-kira) masih bermain di scene yang sama. Wait…, lho…??? Nanu…??? Aku langsung mengikutinya dari belakang, sengaja mengagetkannya dengan “Mas, vegan straight edge ya?”. Dia kaget “Loh…” ha..ha..ha.. akhirnya kita tertawa bersama. Lama banget kita ngga’ ketemu. Enam tahun yang lalu kita pernah berjuang bersama membangun scene Hardcore Jogja (YKHC), New Vision Brotherhood dengan gigs2-nya One Family#1, One Family#2, …ngga’ tau sekarang sudah sampai berapa karena diteruskan generasi-generasi baru yang terus terang anak-anaknya aku banyak yang g’ kenal, kecuali sing tuwo-tuwo. Intensitasku dengan mereka mulai berkurang sejak 2002 setelah aku keluar dari Last Moment karena mungkin waktu itu aku sudah mulai sadar, mikir sekolah maksude, ora band2an terus. Nanu yang sampai saat ini masih eksis di jalur bawah tanah, dengan band2nya yang semakin banyak (ojo kakean band Nu, ngko watuk!), membawa memoriku ke masa-masa saat kita masih (halah, malah koyo’ pacaran) sama-sama liar di panggung dengan screaming-screaming nya Vee Je ala Earth Crisis, dengan sing along2nya para Straight Edger saat kita bawakan Fire Storm, nikmatnya terjun bebas dari panggung dan berenang di lautan kepala Hardcore Kids, serunya acara di Solo karena waktu itu ada Adji (Sabotage eh…, sekarang Down for Life) ikutan dance floor, sampai musik kita yang berantakan waktu bawain Snapcase di Pacitan karena Nanu ngga’ bisa berangkat sementara pake editional drummer Heri (My Way Out).
Saking asyinya ngobrol sampai g’ terasa klo pengunjung Gramedia makin banyak (ternyata tadi memang terlalu pagi). Kalo diterusin bakal g’ ada habisnya, sementara kewajibanku di bawah system sudah menunggu. “Okay deh Nu, nanti malem kalo aku bias pulang cepet, aku ikut kamu latihan” sudah lama g’ menghirup pengapnya udara studio, he.. he..
…. me you youth crew!, if the world was flat I’d grind the edge to the positive youth my heart I pledge X on my hand now take the oath to positive youth to positive growth to positive minds to pure clean souls… Youth Crew (Youth of Today)
Sebelum menyerah dan memutuskan untuk tanya petugas, mata ini terusik dengan sebuah tulisan di t-shirt hitam yang di pakai seorang pengunjung yang sedang berdiri di hadapanku. Dia agak sedikit membungkuk, mungkin juga sedang mencari judul di tumpukan bawah. VEGAN STRAIGHT EDGE, wow…, kalimat yang menurutku harus benar-benar bisa dipertanggung jawabkan oleh pemakainya. Seorang anak muda dengan pakaian hitam-hitam, dengan hand belt di kiri kanan, rambut pirang yang masih terlihat meskipun ditutup trucker cap. Who’s that boy? Biasanya tampang-tampang seperti itu ngga’ asing meskipun belum tentu kenal karena (kira-kira) masih bermain di scene yang sama. Wait…, lho…??? Nanu…??? Aku langsung mengikutinya dari belakang, sengaja mengagetkannya dengan “Mas, vegan straight edge ya?”. Dia kaget “Loh…” ha..ha..ha.. akhirnya kita tertawa bersama. Lama banget kita ngga’ ketemu. Enam tahun yang lalu kita pernah berjuang bersama membangun scene Hardcore Jogja (YKHC), New Vision Brotherhood dengan gigs2-nya One Family#1, One Family#2, …ngga’ tau sekarang sudah sampai berapa karena diteruskan generasi-generasi baru yang terus terang anak-anaknya aku banyak yang g’ kenal, kecuali sing tuwo-tuwo. Intensitasku dengan mereka mulai berkurang sejak 2002 setelah aku keluar dari Last Moment karena mungkin waktu itu aku sudah mulai sadar, mikir sekolah maksude, ora band2an terus. Nanu yang sampai saat ini masih eksis di jalur bawah tanah, dengan band2nya yang semakin banyak (ojo kakean band Nu, ngko watuk!), membawa memoriku ke masa-masa saat kita masih (halah, malah koyo’ pacaran) sama-sama liar di panggung dengan screaming-screaming nya Vee Je ala Earth Crisis, dengan sing along2nya para Straight Edger saat kita bawakan Fire Storm, nikmatnya terjun bebas dari panggung dan berenang di lautan kepala Hardcore Kids, serunya acara di Solo karena waktu itu ada Adji (Sabotage eh…, sekarang Down for Life) ikutan dance floor, sampai musik kita yang berantakan waktu bawain Snapcase di Pacitan karena Nanu ngga’ bisa berangkat sementara pake editional drummer Heri (My Way Out).
Saking asyinya ngobrol sampai g’ terasa klo pengunjung Gramedia makin banyak (ternyata tadi memang terlalu pagi). Kalo diterusin bakal g’ ada habisnya, sementara kewajibanku di bawah system sudah menunggu. “Okay deh Nu, nanti malem kalo aku bias pulang cepet, aku ikut kamu latihan” sudah lama g’ menghirup pengapnya udara studio, he.. he..
…. me you youth crew!, if the world was flat I’d grind the edge to the positive youth my heart I pledge X on my hand now take the oath to positive youth to positive growth to positive minds to pure clean souls… Youth Crew (Youth of Today)

6 komentar:
I find some information here.
I have been looking for sites like this for a long time. Thank you!
» »
Keep up the good work »
That's a great story. Waiting for more. film editing schools
bro ...gwa ga merokok..ga minum alcohol..ga free sex ..
dan band fave gwa .. Y.O.T..tentu saja setelah Deftones
Tapi...apakah gwa seorang sXe..?
viva la straight edge!
saya juga nih!
Post a Comment