Wednesday, February 15, 2006

Musik-musik kelam di malam kasih sayang



Entah apa yang ada di benak temen-temen, hingga membuat sebuah konsep acara yang sama sekali bertolak belakang dengan nuansa romantis yang selayaknya diciptakan pada malam itu,
14 Februari.
Malam itu, dalam kesendirian, berangkat dengan niat menikmati alunan nada-nada idealis Melancholic Bitch, di malam yang sebagian besar manusia di bumi ini mengamininnya sebagai malam kasih sayang.
Rintik hujan menghiasi indahnya malam itu, menambah suasana romantis bagi mereka yang berpasangan. Namun bagiku, malah bikin repot, bisa masuk angin, karena aku hanya bercelana pendek ¾ DRC., kaos merah (no label), sandal jepit FRBLT., dan sweater hitam kumal DRC. sebagai modal untuk sedikit meredam hawa dingin. Penampilan yang buruk untuk dideskripsikan secara verbal, namun belum tentu secara visual (ha..ha..). Bukan apa-apa, karena sore harinya hujan deras bikin basah sepasang Convers kesayangan dan jins belelku yang nyaris sobek di bagian lutut, waktu dalam perjalanan menuju RS Panti Rapih.
Cepat sembuh Ton, kita rindu teriakan-teriakanmu di lantai atas kos saat kalah Empire.
Sudah sangat biasa terjadi, acara yang semula dijadwalkan pukul 19.00, baru di mulai pukul 20.00. Dan itu sangat aku sadari karena masih hidup di bumi Indonesia. Suasana cukup sepi untuk sebuah konser musik. Tampak bersliweran muda-mudi indie dengan brith pop style nya. Bob hair style masih menjadi andalan, lengkap dengan tees ‘n bag yang keren. Satu yang aku g ngerti, apakah sebatang rokok yang terjepit di kedua jari juga merupakan salah satu aksesoris pelengkap bagi para indie galz? Yahhh… semoga saja mereka benar-benar bisa menikmatinya.
Aku mulai memasuki venue di tengah lagu pertama yang dibawakan band lokal, g tau ‘n g peduli apa nama band-nya, yang penting MelBi belum terlewatkan. Suasana hall yang gelap dengan tata panggung ‘n lighting yang cukup lumayan. Background animasi *yang masih dalam kategori standar* diproyeksikan pada dua tabir yang tergantung di atas stage, sebagai pendukung lagu-lagu yang dibawakan. Tapi banyak yang g nyambung juga sama beat-nya. It's ok, no body perfect.
Aku duduk di sebelah kiri mixer, sengaja ngga’ gabung sama temen-temen clothing karena malam itu aku bener-bener pingin menikmati kesendirianku bersama alunan nada-nada ‘sakit’ MelBi. Paling tidak pengalaman-pengalaman buruk nonton konser waktu belum ‘sendiri’ sudah pernah (sering) aku alami.
/ Mmmm… jadi ingat peristiwa Superman Is Dead dua tahun lalu. Belum sempat menikmati hingar-bingarnya area pogo, malah bikin ‘acara’ sendiri di luar hall. Mana pake nangis segala. Tapi aku pikir, aku sendiri yang bodoh! Masak nonton punk rock bawa cewek? Ya bubarlah! Kecuali klo ceweknya punk rocker, mungkin malah bisa pogo bareng // .
Tiba-tiba, seorang cewek datang dan duduk disebelah kiri. Dengan cueknya dia menyandarkan bagpack-nya di pinggangku *apa sih maunya?* mungkin dia g sadar ato g mana yang pasti aku g berani ngapa-ngapain padahal aku yakin dia pasti g bawa dongkrak.
Pagi Hari tampil sebagai band ke dua d malam hari itu. Penampilannya keren, tapi musik n aransemennya aku g suka. Sedikit performance menutup mata sebagai ekspresi lirik, boleh lah...
Garden of The Blind masih dengan eksperimental sound n performance art - nya tampil cukup memukau.
Giliran Post Therapy dengan lagu-lagu cintanya. Heran, knapa band bandung satu ini bisa 'nyasar' ke sini, yang jelas-jelas genre musik mereka di luar konsep acara. Saat vokalis meneriakkan "Selamat valentine bagi mereka yang datang berpasangan" kita-kita yang jomblo pada ketawa, tapi jangan salah, kita juga datang dengan pasangan kok "Met valentine ya sepatu, met valentine ya sendal"
Saatnya MelBi menutup acara. Sayang satu lagu lama yang aku suka, diubah aransemenya. Radiohead abis? terserah orang mo anggap apa musik mereka. Stay cool, stay sick.
Jam 12 kurang acara berakhir. Tampak raut muka puas temen-temen penyelenggara yang sebagian besar clothing indie. Meski target penjualan tiket g tercapai, karena memang sebuah konsep acara yang cukup nekad di malam kasih dan sayang.
Kapan-kapan kita bikin lagi yuk..., lebih keren, lebih dekad (berani tombok maksudnya), stay indie... stick together!

5 komentar:

b. gundul S. Farm said...

aguuuuungggggg

Anonymous said...

I say briefly: Best! Useful information. Good job guys.
»

Anonymous said...

I find some information here.

Anonymous said...

best regards, nice info Butalbital mg Canadian tax filing Time share prices laser tattoo removal lake jackson

Anonymous said...

Cool blog, interesting information... Keep it UP film editing schools